Archive for May, 2008

Televisi Emosi

Posted by adhiaxa May 24

Saya ragu kalau ada seseorang yang pernah membayangkan bagaimana televisi bisa berevolusi menjadi seperti yang ada saat ini. Bagaimana televisi bisa menempatkan beberapa kontestan untuk memakan cacing, laba-laba, atau menguji nyali dengan bergantungan di tempat-tempat tinggi. Atau bagaimana beberapa orang anak laki-laki mempermalukan diri sendiri demi berkencan dengan seorang perempuan (atau amplop berisi uang). Belum lagi acara pencarian bakat atau entah apalah namanya dengan beragam variannya yang ditayangkan live dari jam 6 sore sampe jam 11 malam (atau lebih). Mengumpulkan ribuan bahkan jutaan sms untuk mendukung calon yang dijagokan menjadi idola, dimana lagi kalau bukan di televisi? Dan itu masih sebagian kecil, masih banyak contoh lain yang dapat dengan mudah disebutkan.

Untungnya saya ndak berminat menuliskan semuanya..

Televisi adalah pisau bermata dua, yang bisa membawa kita ke seluruh penjuru dunia, ke bulan, atau bahkan tempat-tempat lain yang kita sebelumnya tak pernah tahu. Menyuguhkan discovery channel, dan *tarik nafas panjang* sinetron Indonesia. Televisi membuat bangsa ini patah hati bersama ketika tim Thomas dan Uber gagal mejadi juara, dan berbangga ketika Chris John menjadi juara dunia. Televisi memberi kita Desi Anwar dan Gadisa Fauzi, seperti juga Olga Syahputra dan Ruben Onsu.

Mungkin, dan mungkin seharusnya, ada standar mutu di televisi. Stasiun televisi mestinya memiliki sense of responsibility tentang bagaimana mereka beroperasi di hadapan publik. Yang terjadi saat ini adalah mereka mengeksploitasi emosi penonton, menjadi media untuk merangsang guilty pleasure, atau bahkan keingin tahuan tak wajar, dengan satu tujuan: memberikan efek kecanduan(jika ada yang pernah melihat ibu-ibu yang rela tidur jam 10 malam untuk menonton Cinta Fitri season 2 , mungkin bisa menangkap maksud saya). Yang ujung-ujungnya berdampak pada rating, dan uang. Eye-candy lebih penting dari isi, yang berarti pembaca berita cantik lebih baik dari pembaca berita yang cerdas(tapi tidak cantik), dan apakah kita masih bisa menemui pembaca berita yang tidak cantik nowadays?, berita yang hanyalah berita, as is ?

Manusia dengan emosi yang sangat terbuka untuk dieksploitasi, dipermalukan, dicela, adalah apa yang kita lihat sekarang di televisi. And for God ’s sake, it sells!. Siapa yang tidak suka ketika di si cewek pelapor mendamprat pacarnya yang terbukti menerima ajakan selingkuh dari cewek lain di acara playboy kabel, atau ketika si cowok tidak terima dan mengajak berkelahi tim playboy kabel?. Fakta bahwa privasi si cowok mungkin terlanggar, atau bagaimana perasaan si cewek teraduk-aduk, itu cuma bagian dari bisnis. Rating. Uang.

Saya mual memikirkan stasiun televisi yang merendahkan derajat dari yang seharusnya ikut menjaga dan membangun bangsa ini lebih baik, menjadi tak lebih dari media pengeksploitasi. Demi rating. Dan uang.

Don’t you ?

***

And hunn, I’m glad I married to you, who dislikes sinetron almost as much as I do.

2 Comments »

Knowing Better

Posted by adhiaxa May 22

No man is ever old enough to know better
-Holbrook Jackson-

Kebijaksanaan memang tidak berbanding lurus dengan umur, (despite of this) , tapi paling tidak, bertambahnya umur berarti kita diberi lebih banyak waktu untuk memilih, tentang bagaimana kita melalui waktu yang diberikanNya.

Bukan berapa banyak tahun yang sudah dilalui, tapi lebih pada bagaimana tahun-tahun itu dilalui.

Klise.

Tapi bukankah memang selalu seperti itu?

Dan mengingat masa lalu sambil berpikir tentang masa depan selalu menjadi rutinitas tiap kali hari ulang tahun menghampiri saya. Seperti juga tahun ini. This very day.

Memories are designed to fade, kata Savage Garden. Atau mungkin justru (otak) saya yang tak mampu terlalu menyimpannya. Dan masa depan, yang biasanya diidentikkan dengan harapan, rasanya tertutup kabut yang terlalu tebal untuk ditembus pandangan saya. So what?

Bukan, ini sama sekali bukan pesimis, saya percaya pada rencana yang disiapkanNya, saya hanya tidak ingin terlalu tergesa-gesa menembus kabut itu dengan resiko tersandung dan jatuh. Saya lebih memilih untuk berhati-hati melangkah, untuk saat ini. Karena bukankah kita semua hidup di saat ini, walaupun bukan untuk saat ini?

Dan beberapa kenangan akan kita lupakan, beberapa yang lain akan tetap teringat selamanya. Hanya sayangnya kadang kita tidak bisa memilih mana kenangan yang akan terus kita ingat dan mana yang ingin kita lupakan atau bahkan kita buang ke dasar laut yang paling dalam dimana tak ada makhluk apapun yang bisa menemukannya.

Melupakan sama sekali tidak lebih sulit mudah dari mengenang, if you know what I mean…

Yang terbaik yang bisa kita lakukan, mungkin cuma mengabaikannya. Atau belajar darinya. Karena bagaimanapun, itu akan tetap menjadi bagian dari kita selamanya. Sadar. Atau tidak.

What doesn’t kill you will make you stronger.
If you let it.

Dan disinilah saya, sendiri di pojok cubicle ga-penting di kantor ini, memohon hal yang sama setelah semua yang telah saya lalui hingga hari ini. To be stronger.

Dan mungkin, bertambahnya umur kali ini juga bisa menambahkan sedikit kebijaksanaan, yang mungkin sudah lama saya abaikan…

Semoga.

***

And don’t worry hunn, my love won’t age at all, it’s just getting stronger… and wiser ;)

1 Comment »

Irony

Posted by adhiaxa May 19

A convoy of Harleys to commemorate the national awakening day.
It gives me the idea to redefine what the word irony means.

Is it just me ?

No Comments »