Posted by adhiaxa January 30
Schadenfreude, dari bahasa Jerman Schaden dan Freude yang berarti kerusakan(damage) dan kesenangan(joy). Di Indonesia dikenal dengan istilah ‘bahagia di atas penderitaan orang lain’, keadaan psikologi yang dianggap sebagai sisi buruk tapi merupakan human nature yang dimiliki manusia dengan kadar yang berbeda-beda
Tapi ternyata, lebih dari itu. Di sini disebutkan bahwa schadenfreude dapat ditangkap pada scan otak, dijelaskan bahwa melihat penderitaan / kegagalan / ketidakberuntungan orang lain mengaktifkan bagian otak yang disebut dorsal striatum, thus yang menimbulkan semacam sensasi kepuasan.
Dan kepuasan yang sama, seperti sedang melanda seluruh media dan publik negeri ini. Artis yang bercerai, artis yang dilecehkan, artis yang terjerat narkoba, artis yang…. Ah, negeri ini memang sangat mencintai artis-artisnya :). Atau ambil contoh yang bukan artis, mantan penguasa yang meninggal dunia, yang kini seluruh media meliput masa lalunya, dosa, jasa, hingga merembet ke urusan keluarganya dan keluarga keluarganya. Berapa sih dari kita yang menonton yang prihatin? Bandingkan juga dengan jumlah yang mengamini itu sebagai ‘hukuman’ yang adil.
Atau memang itu hukuman yang adil ya?
*postingan terakhir sebelum meninggalkan Duri, Riau*
